Sabtu, 28 Maret 2009

Buah Maja VS Buah Berenuk,


Buah Maja dan Buah Berenuk,
Serupa Tapi Tak Sama, Senama Tapi beda, Beda Karena Beda,


Berangkat dari keinginan kami (Kimunitas Norbek), memanfaat kan buah yang kami kenal dengan buah Berenuk menjadi sebauh benda yang bermanfaat…secara tidak sengaja saya menemukan sedikit kejanggalan tentang nama Buah tersebut, setelah mencari tau ternyata memang ada hal yang menarik mengenai buah ini. Tidak hanya dari namanya, juga dari manfaat dan kegunnannya.

Dulu kami memahami bahwa buah Maja itu sama dengan Buah Berenuk, hanya saja mungkin disebabkan daerah sehingga istilah yang digunakan pun berbeda. Hal itu terbukti ketika ketika saya mencoba bertanya kepada Mbah google, ada beberapa web dan blog, yang memang mengungkap kehadiran Buah Maja dan Berenuk tersebut, dan yang saya bikin kaget ternyata yang dapat dimanfaatkan si buah tidak hanya kulit buahnya yang keras dan dapat dijadikan tas (seperti yang dilakukan di komunitas Norbek) tetapi juga ternyata selain daging buahnya yang dapat dimanfaatkan, daunnya pun dapat dimanfaatkan oleh kita.

1. Informasi awal yang kami tahu, si buah berenuk (begitu kami sebut, karena asumsi kami di jawabarat hususnya priangan timur buah yang di daerah lain di sebut Maja di sini di sebu berenuk), apabila daging buahnya termakan bahkan oleh ayam (katanya) si Ayam Mati. Lantas ada pula yang mengatkan (katanya) buah Maja isinya bida digunakan untuk penurun panasa.

Dari Asumsi tadi maka (dalam bahasa gaya…) kami melahirkan tesis sementara, yakni buah Maja dan berenuk itu berbeda. Karena asumsi kami menyebutkan “kalau” buah berenuk ituh beracun, sedangkan buah Maja ituh tidak beracun tapi pahit, karean menurut cerita yang masih kata nya, karena pahitnya itu buah Maja bisa dipakai untuk obat penurun panas (katanya karena kami belum berani mencoba…klo misalnya ada yang mau jadi sukarelawan tinggal kontak kami.

2. bukti selanjutnya, karena kami tidak puas dengan informasi tadi kami coba lagi tanya pada Mbah google tentang si buah Maja dan berenuk, anehnya asumsi kami jadi mentah lagi karena kebanyakan web dan blog memuat tulisan tentang berenuk yang satu nama dengan buah maja, dan terbukti di satu blog menyebutkan bahwa buah maja tau buah berenuk itu sama, dan salah satu kegunaannya dapat dipakai menjadi pestisida karena menggandung racun, dan dalam tampilan foto yang tercantum di blog tersebut tampak jelas gambar buah maja yang memaang kami kenal dengan sebutan buah berenuk, lantas kamipun berasumsi kembali kalau buah maja dan buah berenuk itu sama (dan masalah isinya bercun atau tidak tidak kami pedulikan) kami anggap hal itu gak pernah terdengar dan terpikirkan, maka kami anggap bahwa buah maja adalah buah berenuk.

3. Malamnya karena saya penasaran saya coba tanya lagi sama Mbah goole tentang kedua buah bersaudara yang mungkin se ibu atau sebapa ituh…wal hasil saya temukan hal yang lebih menarik ternyata buah maja dan buah berenuk itu berbeda seperti yang dipaparkan dibawah ini.

(klik kanan, save as. :) hehe.. maaf ngerepotin)





Apabila kita melihat had to had kedua bauh itu, selintas kita dapat menyimpulkan bahwa hal yang lumrah apabila buah ini sering tertukar namanya, atau disebut sama, hal tersebut dikarnakan kedua buah ini masih memiliki hubungan, yang jelas dari segi buahnya (husunya daging buahnya) klo boleh saya simpulkan jelas berbeda, yang satu tidak dapat di konsumsi yang satu boleh (jika memang dibutuhkan) dikonsumsi.

Justru permasalahnnya, dakarnakan kesimpangsiuran yang ada di masyarakat, bagai mana jika tertukar….bukannya jadi berabe???

Terlepas dari hal itu….kita tidak atau mungkin belum bisa dan belum sanggup memepermasalahkan dan memutuskan mana yang paling benar, karena toh memang bukan bidangya, kita hanya mengajak para pengunjung dan pembaca yang mungkin tau untuk memberikan tanggapannya. Yang paling utama yang kami lakukan pada buah ini (sementara kami anggap buah maja dan berenuk sama), kami mencoba memanfaatkan husunya buahnya agar bisa digunakan menjadi hal yang lebih bermanfaat, yaitu dengan menggunakannya atu menyulapnya menjadi kerajinan husunya tas yang pada akhirnya menarik…..(Bersambung…).

Makasih Mbah google dan Mas Sumber Tanaman Obat Lots

3 komentar:

sista on 9 Maret 2011 12.08 mengatakan...

maaf,saya mau bertanya, .apakah anda tahu pohon maja yang masih ada di Indonesia?
saya butuh buah tersebut untuk skripsi saya.sedangkan yang selama ini saya tahu ternyata buah berenuk seperti yang anda ceritakan.terimakasih sebelumnya.

JogjaSpirit on 12 Oktober 2013 22.22 mengatakan...

wah makasi gambarnya mas, saya juga sempat bingung tenag buah maja, ternyata maja yang saya ketahui salah, itu berenuk. hehe. jadi jelas sekarang

alfindiya yudha on 4 Agustus 2017 08.52 mengatakan...

Silahkan menjadi bahan diskusi, saya sudah menggunakan bahkan mengkonsumsi buah yang dalam deskripsi penulis disebut berenuk. Awalnya saya pikir buah ini beracun. Suatu ketika membelah buah berenuk (saya biasa menyebut Maja). Karena terdengan Azan saya tinggalkan buah itu untuk sholat, cukup kaget saya ketika saya mau meneruskan mengeruk daging buahnya ee, kok dikerumuni semut, (insting saya berarti buah ini manis) saya perhatikan nggak ada satupun semut yang mati (Insting saya berarti tak beracun). Dalam rasa penasaran saya cecap memang berasa manis (jangan bayangkan manis gula, dan saya menyebutnya manis maja). Pun ketika dibilang harum, harumnyapun saya sebut harum maja. Saya ambil segenggam saya kasihkan kambing, ternyata si Kambing lahap memakannya, akhirnya lebih separoh buah berenuk itu untuk 10 kambing saya dan dalam sekejab dilahapnya habis. Kambing saya nggak keracunan, aku beranikan ambil sepucuk sendok saya makan, walau saya nggak mendapatkan rasa nikmat tapi setidaknya saya merasakan rasa manis maja itu. Karena suka bau harumnya saya ambil 5 buah maja saya ambil dagingnya, saya campur beberapa bahan lainnya dan saya fermentesi, sebagian saya pakai biang fermentasi pakan kambing, untuk campuran minuman kambing dan ayam, saya juga ambil sebagian saya rebus dan saya campurkan 1 sendok untuk 1 gelas kopi.Suatu ketika saya diare lupa ngitung malam itu berapa kali ke WC, paginya saya bikin segelas kopi dengan 1 sendok makan "air maja" sambil berserah ya Allaah mungkin engkau sudi sembuhkan saya dengan ramuan ini, dan Alhamdulillah baru sore hari saya berasa ke WC dan nggak encer lagi. Untuk membuktikan ini saya bersedia mencoba seperti yang saya tulis (kecuali yang diare, saya nggak mau lagi diare..he..he) di hadapan siapapun yang ingin percaya. Untuk yang punya literasi yang valid tentang buah ini mohon kesediaannya berbagi dengansaya. Terimakasih.

Posting Komentar

 

Komunitas Norbek disini kita berkarya Designed by strux_lieh@yahoo.co.id for sundalapan Bloggerized by Galih © 2009